Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Di balik melemahnya dolar Australia: Bagaimana perubahan sikap Federal Reserve membalikkan dampaknya terhadap AUD?
Senin, pasangan AUD/USD kembali menunjukkan pelemahan, sempat berkisar di sekitar 0.6520. Di balik fluktuasi nilai tukar yang tampaknya sederhana ini, sebenarnya terdapat pertarungan sengit antara ekspektasi kebijakan dari dua bank sentral—The Reserve Bank of Australia (RBA) yang tidak berharap akan menurunkan suku bunga, dan spekulasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve yang kini mulai cepat memudar.
Sikap Federal Reserve Menguat, Dolar AS Menguat Kembali
Data terbaru menunjukkan sebuah perubahan menarik: seminggu yang lalu pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga Fed pada Desember mencapai 67%, kini angka tersebut turun menjadi 46%. Pemicu perubahan ini sangat sederhana—pernyataan terbaru dari pejabat Federal Reserve yang keras menepis harapan penurunan suku bunga.
Gubernur Federal Reserve Kansas City, Jeffrey Schmid, pada hari Jumat menyatakan bahwa kebijakan Fed saat ini adalah “cukup restriktif”, dan harus “mengendalikan pertumbuhan permintaan”. Gubernur Federal Reserve St. Louis, Alberto M. Musalem, juga menyatakan bahwa tingkat suku bunga saat ini lebih mendekati netral daripada restriktif, menekankan bahwa “ruang pelonggaran terbatas”. Pernyataan semacam ini meningkatkan kemungkinan bahwa Federal Reserve akan tetap tidak mengubah kebijakan dalam waktu dekat.
Perwujudannya secara langsung terlihat dari penguatan indeks dolar AS (DXY), yang saat ini berkisar di sekitar 99.40. Setiap kali pasar kehilangan harapan terhadap penurunan suku bunga Fed, dolar AS biasanya menjadi pemenang terbesar.
RBA Tetap Hawkish, AUD Kurang Dukungan
Berbeda dengan sikap keras Federal Reserve, Reserve Bank of Australia (RBA) juga tidak terburu-buru menurunkan suku bunga. Data futures suku bunga antarbank 30 hari ASX menunjukkan bahwa peluang pasar untuk RBA menurunkan suku bunga dari 3.60% menjadi 3.35% pada Desember hanya sekitar 6%—yang sama saja dengan mengatakan “Penurunan suku bunga? Tidak ada”.
Wakil Gubernur RBA, Andrew Housser, pekan lalu mengakui bahwa kebijakan moneter “masih bersifat restriktif”, meskipun komite terus memperdebatkan isu ini. Pesan tersiratnya adalah: kemungkinan RBA mengubah posisi kebijakan dalam waktu dekat sangat kecil.
Satu-satunya berita yang mendukung AUD berasal dari data ketenagakerjaan domestik. Pada Oktober, tingkat pengangguran Australia turun dari 4.5% di September menjadi 4.3%, jauh di bawah perkiraan 4.4%. Pertumbuhan lapangan kerja juga kuat, dengan penambahan 42.2K posisi baru bulan itu, jauh melampaui perkiraan 20K. Penambahan pekerjaan penuh waktu sebanyak 55.3K menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja. Namun, ini belum cukup untuk mengimbangi tekanan dari penguatan dolar AS.
Analisis Teknis: Menemukan Peluang Breakout dalam Konsolidasi Persegi Panjang
Dari grafik candlestick, pasangan AUD/USD sedang mengkonsolidasikan dalam sebuah area persegi panjang, mencerminkan karakter tren sideways. Harga berkisar di sekitar 0.6520 dan bergerak di atas Moving Average (MA) 9 hari, menunjukkan bahwa momentum jangka pendek relatif stabil.
Batas atas persegi panjang ini sekitar di 0.6630. Jika ditembus, ini bisa membuka jalan bagi AUD untuk menguat lebih lanjut. Jika benar-benar tembus, level tertinggi 13 bulan di 0.6707 (terjadi terakhir kali pada 17 September) menjadi target berikutnya.
Namun, risiko penurunan juga cukup besar. Batas bawah persegi panjang berada di sekitar 0.6470. Jika level ini ditembus, AUD akan menghadapi tekanan penurunan lebih lanjut. Bawahnya lagi adalah level terendah selama lima bulan di 0.6414 yang tercipta pada 21 Agustus.
Perspektif Makro: Data Ekonomi Campuran Sulit Tentukan Arah
Dari sisi ekonomi global, pasar sedang mencerna berbagai sinyal yang bercampur. Data tenaga kerja sektor swasta AS melemah, dengan ADP menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja; jumlah PHK di AS pada Oktober mencapai 153.074, lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Namun, pemerintah AS secara resmi mengakhiri shutdown (Donald Trump menandatangani RUU anggaran pada hari Kamis), dan sejumlah data ekonomi lainnya akan segera dirilis.
Dari sisi ekonomi China, data penjualan ritel bulan Oktober tumbuh 2.9% secara tahunan, meskipun menurun dari bulan sebelumnya tetapi melebihi ekspektasi; produksi industri hanya meningkat 4.9% YoY, di bawah perkiraan 5.5%; investasi aset tetap turun 1.7% YoY, jauh di bawah perkiraan -0.8%. Biro Statistik Nasional China menyatakan akan terus mendorong pertumbuhan produktivitas baru, dan dinamika permintaan serta penawaran secara bertahap membaik, dengan CPI bulan Oktober kembali ke zona positif. Ini menunjukkan bahwa ekonomi China sedang dalam proses dasar.
Sebagai indikator risiko, AUD tetap menjadi barometer ketidakpastian pasar, dan di tengah ketidakpastian pertumbuhan global serta ekspektasi penguatan dolar AS, tekanan terhadap AUD tetap wajar.
Fokus Masa Depan AUD terhadap Mata Uang Terkait
Dalam jangka pendek, AUD kekurangan kekuatan penggerak menuju kenaikan karena kedua bank sentral tidak terburu-buru menurunkan suku bunga. Sikap keras Federal Reserve dan penguatan dolar AS menjadi musuh utama AUD. Namun, ketahanan data ketenagakerjaan domestik memberikan dukungan tertentu, mencegah penurunan yang lebih besar.
Pergerakan AUD terhadap dolar AS sangat bergantung pada hasil rapat kebijakan Federal Reserve bulan Desember—jika Fed memutuskan untuk tetap tidak mengubah kebijakan, dolar AS akan terus menguat. Pasar juga menunggu data ekonomi lebih banyak untuk memverifikasi kondisi pertumbuhan ekonomi global, yang akan langsung mempengaruhi ekspektasi permintaan terhadap AUD dan mata uang komoditas lainnya.