Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Memahami TradFi: Bagaimana Sistem Keuangan Tradisional Berfungsi dan Mengapa DeFi Menantangnya
Sistem keuangan tradisional, yang dikenal luas sebagai TradFi, membentuk tulang punggung perdagangan global dan pengelolaan kekayaan. Pada intinya, TradFi mencakup institusi dan infrastruktur yang telah membentuk aktivitas ekonomi selama berabad-abad—termasuk bank, koperasi kredit, perusahaan asuransi, dan bursa saham. Entitas-entitas ini mengelola aliran modal melalui instrumen seperti pinjaman, hipotek, saham, obligasi, dan reksa dana, menciptakan ekosistem lengkap untuk transaksi keuangan.
Arsitektur Terpusat dari TradFi
Apa yang mendefinisikan TradFi secara fundamental adalah sifatnya yang terpusat. Keputusan keuangan, pengelolaan aset, dan pemrosesan transaksi mengalir melalui hierarki entitas terpusat. Struktur ini membutuhkan beberapa lapisan perantara—dari bank yang menangani simpanan hingga pialang yang mengeksekusi perdagangan—setiapnya mengambil bagian dan menambah waktu dalam proses. Keterlibatan banyak perantara sering kali berujung pada biaya transaksi yang lebih tinggi dan waktu penyelesaian yang lebih lama, yang membuat frustrasi baik investor ritel maupun pelaku institusional.
Pengawasan regulasi berada di pusat sistem ini. Bank sentral, otoritas keuangan, dan badan pemerintah menjaga kontrol ketat untuk melindungi stabilitas pasar, memastikan transparansi, dan melindungi konsumen dari penipuan. Meskipun kerangka regulasi ini memberikan keamanan dan legitimasi, hal itu juga membutuhkan infrastruktur kepatuhan yang luas yang menambah biaya operasional.
TradFi vs. DeFi: Perubahan Fundamental
Kemunculan teknologi blockchain telah melahirkan Decentralized Finance (DeFi), sebuah alternatif yang secara langsung menantang model TradFi. DeFi beroperasi melalui kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi, menghilangkan kebutuhan akan perantara tradisional. Perubahan ini memungkinkan transaksi yang lebih cepat, biaya yang lebih rendah, dan akses yang lebih luas—mendemokratisasi layanan keuangan dengan cara yang tidak mudah ditiru oleh TradFi.
Namun, TradFi tetap sangat berakar pada proses yang sudah mapan, perlindungan regulasi, dan kepercayaan publik. Bagi investor dan trader yang menavigasi lanskap keuangan modern, memahami baik TradFi maupun alternatif yang muncul seperti DeFi dan pasar cryptocurrency secara lebih luas menjadi sangat penting. Pengetahuan tentang TradFi memberikan kerangka dasar yang diperlukan untuk mengevaluasi teknologi baru dan menilai bagaimana sistem terdesentralisasi berbeda dalam pendekatan, profil risiko, dan peluang.
Masa depan kemungkinan tidak melibatkan penggantian TradFi sepenuhnya, tetapi lebih kepada keberadaan berdampingan dari model keuangan tradisional dan terdesentralisasi, masing-masing melayani kebutuhan dan preferensi yang berbeda dalam ekonomi global.