Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kebakaran pusat data Daejeon, sistem pemerintah mengalami gangguan besar... kebutuhan akan penyimpanan terdesentralisasi muncul
Kantor Pengelolaan Sumber Daya Informasi Nasional(NIRS) mengalami ledakan baterai lithium di pusat data yang menyebabkan sistem tugas pemerintah mengalami kerusakan serius. Akibat ledakan tersebut, 647 sistem pemerintah dihentikan operasinya, yang menyebabkan gangguan besar dalam seluruh tugas administratif.
Skala dan Dampak Kebakaran Pusat Data
Insiden kebakaran ini menyebabkan sekitar 750.000 pegawai negeri kehilangan seluruh catatan pekerjaan yang telah dikumpulkan selama 7 tahun. Terutama, 858TB data yang disimpan di sistem G-Drive terbakar habis, karena tidak ada sistem cadangan offline atau eksternal sama sekali. Per 1 Oktober, proses pemulihan sedang berlangsung, tetapi hingga saat ini, hanya 15,6% dari sistem yang telah dipulihkan.
Paparan Risiko Penyimpanan Terpusat
Presiden Lee Jae-myung menyoroti masalah dari insiden ini terkait kelemahan metode penyimpanan data terpusat. Kasus ini menunjukkan betapa berbahayanya struktur yang mengkonsentrasikan semua informasi di satu tempat. Pemerintah menekankan pentingnya penerapan solusi terdistribusi dan pembangunan sistem cadangan ganda untuk mencegah bencana serupa.
Insiden kebakaran pusat data ini menunjukkan perlunya perbaikan fundamental dalam sistem keamanan informasi, melampaui sekadar bencana teknis.