Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Perdana Menteri Thailand Mengungkapkan Kampanye Baru Melawan Uang Gelap Melalui Pengendalian Aset Digital yang Lebih Ketat
Pada 13 Januari 2026, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul secara resmi mengumumkan penindakan menyeluruh terhadap uang abu-abu dan aktivitas keuangan ilegal, memperkenalkan langkah-langkah regulasi besar-besaran yang menargetkan perdagangan emas dan pasar cryptocurrency. Inisiatif ini mencerminkan kekhawatiran yang meningkat di kalangan otoritas Thailand tentang aliran keuangan bawah tanah dan implikasinya terhadap stabilitas ekonomi serta integritas keuangan.
Penguatan Pengendalian terhadap Aset Digital dan Pasar Cryptocurrency
Kantor Perdana Menteri Thailand telah mewajibkan penegakan ketat terhadap Travel Rule di semua transaksi aset digital. Standar kepatuhan internasional ini mengharuskan lembaga keuangan dan penyedia layanan dompet untuk mengidentifikasi pengirim dan penerima dalam setiap transfer cryptocurrency antar dompet. Dengan menghilangkan anonimitas transaksi, regulator bertujuan untuk mengganggu infrastruktur keuangan yang memungkinkan pencucian uang dan pergerakan dana ilegal. Penegakan ini menandai pergeseran signifikan dalam cara Thailand mengatur ekosistem crypto, dari sikap permisif menuju pengawasan yang komprehensif.
Pemantauan Real-Time Melalui Sistem DataBureau Nasional
Selain pengendalian transaksi individual, pemerintah Thailand sedang membangun DataBureau terpusat untuk mengkonsolidasikan data keuangan dari sektor perbankan dan aset digital. Platform pengawasan terpadu ini akan memungkinkan regulator mendeteksi pola transaksi mencurigakan secara real-time, memberikan otoritas visibilitas yang belum pernah terjadi tentang aliran uang lintas batas. Integrasi data dari perdagangan emas, perbankan tradisional, dan platform aset digital oleh DataBureau menciptakan kerangka kerja komprehensif untuk mengidentifikasi aktivitas keuangan ilegal saat mereka terjadi, bukan setelah kejadian.
Penguatan Infrastruktur Regulasi dan Kepatuhan Internasional
Perombakan regulasi ini menandai komitmen Thailand terhadap standar anti-pencucian uang internasional dan rekomendasi FATF. Arahan Perdana Menteri Anutin menekankan koordinasi multi-lembaga, mewajibkan lembaga perbankan, bursa aset digital, dan dealer emas untuk mematuhi protokol pelaporan yang distandarisasi. Pendekatan terintegrasi ini mengakui bahwa kejahatan keuangan modern sering memanfaatkan celah antara sistem keuangan tradisional dan digital, dan langkah-langkah kontra yang efektif memerlukan tindakan regulasi yang sinkron di semua sektor.
Inisiatif Thailand menyelaraskan negara ini dengan upaya global dalam memerangi kejahatan keuangan sekaligus memposisikannya sebagai yurisdiksi dengan perlindungan anti-pencucian uang yang kokoh—penting untuk mempertahankan posisinya dalam keuangan internasional dan menarik aliran modal institusional.