Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Hukum Pengawasan AI Korea Selatan Resmi Dijalankan, Biaya Kepatuhan Perusahaan Menghadapi Kenaikan Signifikan
Belakangan ini, pemerintah Korea Selatan secara resmi meluncurkan sistem regulasi kecerdasan buatan paling lengkap di negara ini hingga saat ini, yang juga dianggap sebagai undang-undang dasar AI komprehensif pertama di dunia oleh industri. Kerangka hukum ini bertujuan untuk menetapkan aturan yang jelas bagi industri AI yang berkembang pesat, sekaligus melindungi hak konsumen dan menjaga keberlanjutan inovasi teknologi.
“Skema Korea” dalam Tata Kelola AI Global
Langkah Korea ini menempati posisi unik dalam gelombang regulasi AI global. Sebagai perbandingan, undang-undang AI Uni Eropa akan diberlakukan secara bertahap mulai tahun 2027, sementara Amerika Serikat mengambil sikap regulasi yang relatif longgar agar memberi ruang lebih bagi inovasi perusahaan teknologi. Korea memilih jalur yang lebih proaktif dan ketat, mencerminkan ambisinya dalam kompetisi AI global.
Sanksi Pelanggaran yang Ketat dan Sistem Denda Berjenjang
Yang paling mencolok dari undang-undang baru Korea adalah ketentuan sanksi yang keras. Berdasarkan ketentuan terkait, perusahaan yang gagal memberi label yang sesuai pada AI generatif dapat dikenai denda hingga 30 kali lipat dari 1 juta won Korea, sekitar 20.400 dolar AS. Sistem denda berjenjang ini (dengan satuan dasar sebesar 1 juta won) bertujuan untuk memberlakukan pembatasan yang sesuai terhadap pelanggaran dengan skala berbeda.
Masa Transisi Perusahaan dan Tantangan Kepatuhan
Perlu dicatat bahwa otoritas terkait akan memberikan masa transisi minimal satu tahun kepada perusahaan, selama periode ini perusahaan yang melanggar tidak akan langsung dikenai denda administratif. Pengaturan ini memberikan waktu bagi perusahaan untuk menyesuaikan proses operasional dan membangun sistem kepatuhan.
Namun, seorang peneliti senior dari Aliansi Startup Korea menyoroti potensi masalah. Ia menyatakan bahwa ketidakjelasan atau ketidakakuratan dalam kata-kata dalam ketentuan hukum dapat mendorong perusahaan untuk mengambil langkah berhati-hati berlebihan dengan menerapkan “solusi paling aman” guna menghindari risiko regulasi, dan pendekatan konservatif ini justru dapat menghambat inovasi sejati. Hal ini mencerminkan tantangan dalam menyeimbangkan antara pembuatan kerangka regulasi yang ketat dan mendorong kemajuan teknologi.