Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Latihan Gabungan Angkatan Laut Beberapa Negara BRICS Memicu Perhatian Geopolitik
Pada Januari 2026, negara-negara BRICS memulai latihan gabungan angkatan laut yang bermakna di pantai Afrika Selatan. Menurut laporan NS3, operasi ini melibatkan banyak negara seperti China, Rusia, Iran, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab, sementara negara lain juga mengirimkan pengamat. Perlu dicatat bahwa India, sebagai anggota penting BRICS, tidak berpartisipasi dalam kegiatan angkatan laut ini.
Latihan ini menandai bahwa organisasi BRICS secara bertahap memperluas dimensi kerjasama. Selama ini, BRICS lebih fokus pada bidang ekonomi, perdagangan, dan pembiayaan pembangunan, tetapi latihan angkatan laut berskala besar ini mengirimkan sinyal yang jelas—bahwa organisasi internasional ini sedang membuka ruang baru untuk kerjasama pertahanan. Operasi gabungan angkatan laut ini tidak hanya menunjukkan kekuatan militer negara peserta, tetapi juga menunjukkan bahwa BRICS mungkin sedang membentuk konsensus keamanan yang lebih mengikat.
Pengamat internasional menunjukkan bahwa latihan semacam ini berpotensi memiliki dampak yang mendalam terhadap tatanan kekuatan global. Jika BRICS berkembang dari sekadar kemitraan ekonomi menjadi organisasi yang memiliki karakter aliansi militer, tentu akan mengubah keseimbangan strategis regional. Ketidakhadiran India memicu spekulasi lebih lanjut tentang koordinasi dan perbedaan pendapat internal BRICS. Latihan angkatan laut ini tak diragukan lagi menjadi jendela penting untuk mengamati evolusi organisasi BRICS.