Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kritik tajam terhadap Gedung Putih atas gambar manipulatif dari protes
Belakangan ini Rumah Putih menjadi pusat kritik tajam dari masyarakat setelah beredarnya foto yang diduga telah diedit dari penangkapan aktivis Nakeema Levy Armstrong. Insiden tersebut terjadi saat demonstrasi yang diselenggarakan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas Layanan Imigrasi dan Bea Cukai. Gelombang kritik muncul setelah diketahui adanya kemungkinan manipulasi gambar untuk mengubah isi dari gambar tersebut.
Kasus Armstrong dan Tuduhan Federal
Menurut informasi dari NS3.AI, Nakeema Levy Armstrong, yang terkait dengan organisasi demonstrasi di lembaga keagamaan di Minnesota, saat ini dihadapkan di pengadilan federal. Dia didakwa berdasarkan pasal 18 USC 241, yang berkaitan dengan konspirasi untuk melanggar hak konstitusional warga negara. Sisi pengadilan dari kasus ini menambah ketegangan dalam perdebatan tentang di mana batas hak untuk berprotes berakhir dan mulai kejahatan pidana.
Posisi Pemerintah di Tengah Kritikan yang Meningkat
Meskipun kritik luas terhadap tindakan mereka, perwakilan Rumah Putih tetap teguh pada posisinya. Pejabat resmi menegaskan bahwa di era teknologi digital, materi visual seperti ini dan meme humor di internet tidak dapat dihindari dan akan tetap menjadi bagian dari diskursus publik. Posisi tegas pemerintah ini memicu kritik tambahan dari mereka yang melihatnya sebagai toleransi terhadap informasi yang dimanipulasi.
Konten AI antara Kebutuhan dan Risiko
Kritik yang meningkat terhadap kejadian ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas dari masyarakat terhadap media yang dibuat dan diedit secara artifisial. Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan, pertanyaan tentang regulasi materi politik yang dihasilkan AI menjadi semakin relevan. Para ahli dan tokoh masyarakat aktif berdiskusi tentang bagaimana menemukan keseimbangan antara perlindungan dari disinformasi dan menjaga kebebasan berekspresi di era digital.