Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Apa itu Bitcoin dan Risiko Premi: Tantangan saat imbal hasil obligasi Jepang meningkat
Saat ini, Bitcoin menghadapi babak baru. Menurut analisis terbaru Delphi Digital, sementara harga BTC stagnan, pasar emas tetap menunjukkan pergerakan yang stabil, dan fenomena divergensi ini dikaitkan erat dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang. Pada Februari 2026, BTC bergerak di sekitar $71.28K, dengan tingkat perubahan 24 jam sebesar -7.13%, menunjukkan sedikit kelemahan. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang jangka 10 tahun tetap berada di level yang sekitar 3.65 standar deviasi di atas rata-rata jangka panjang, yang mempengaruhi seluruh pasar.
Tren Harga BTC Saat Ini dan Dampaknya terhadap Pasar Jepang
Stagnasi harga Bitcoin sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan suku bunga ekonomi Jepang. Biasanya, ketika imbal hasil meningkat, biaya peluang untuk memegang aset tanpa bunga seperti emas dan aset risiko lainnya akan meningkat, menekan harga aset tersebut. Namun, dalam situasi saat ini, emas dan imbal hasil keduanya naik secara bersamaan, menunjukkan bahwa peserta pasar sedang memperhitungkan bukan hanya harapan pertumbuhan, tetapi juga risiko struktural seperti pembatasan kebijakan moneter dan kerentanan neraca keuangan yang sedang dipertimbangkan dalam harga.
Bank of Japan secara struktural memegang sejumlah besar obligasi pemerintah jangka panjang, dan dari sudut pandang aset serta jaminan, mereka memiliki eksposur yang sangat dalam terhadap obligasi Jepang. Dalam kondisi ini, emas berfungsi sebagai lindung nilai terhadap kekhawatiran inflasi dan risiko sistemik, menarik permintaan beli. Di sisi lain, Bitcoin cenderung lebih sensitif sebagai aset risiko, dan terdapat korelasi negatif yang diamati antara Bitcoin dan obligasi Jepang jangka 10 tahun.
Korelasi Negatif antara Emas dan Bitcoin: Risiko Aset dan Premi Risiko
Dalam pasar, premi risiko merujuk pada tambahan pengembalian yang diharapkan investor sebagai kompensasi atas risiko yang mereka tanggung. Dalam lingkungan pasar saat ini, premi risiko ini sangat fluktuatif dan penilaian antar kelas aset berbeda-beda. Emas berfungsi sebagai asuransi terhadap risiko kebijakan, dan permintaan beli tetap tinggi, sementara Bitcoin lebih sensitif terhadap siklus ekonomi dan kondisi likuiditas.
Pembalikan korelasi ini mencerminkan perubahan persepsi risiko oleh peserta pasar. Lonjakan imbal hasil obligasi Jepang (yang mencapai 3.65 standar deviasi, tingkat yang luar biasa) menunjukkan bahwa pasar sangat memperhatikan kekhawatiran terhadap kondisi keuangan dan fiskal Jepang. Akibatnya, emas sebagai aset aman terus dibeli, sementara aset risiko yang relatif baru seperti Bitcoin menghadapi tekanan jual.
Potensi Intervensi Kebijakan Bank of Japan terhadap Pasar
Dalam mempertimbangkan perkembangan ke depan, pergerakan Bank of Japan menjadi titik balik penting. Jika mereka melakukan intervensi aktif untuk menstabilkan pasar obligasi, sebagian premi risiko yang tercermin dalam harga emas kemungkinan akan berkurang. Jika imbal hasil obligasi kembali stabil, tekanan kenaikan biaya peluang memegang aset tanpa bunga akan berkurang, dan ini dapat memicu rebound terhadap aset risiko seperti Bitcoin.
Secara jangka panjang, skenario di mana Bitcoin kesulitan saat lingkungan suku bunga Jepang meningkat tampaknya akan terus berlanjut. Namun, jika Bank of Japan merespons secara tepat dan mengambil langkah-langkah stabilisasi kebijakan, overekspansi premi risiko saat ini dapat dikoreksi, membuka peluang pembelian baru terhadap BTC dan aset risiko lainnya. Peserta pasar perlu memantau perkembangan kebijakan keuangan Jepang dan pergerakan pasar obligasi secara seksama.