Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
特朗普對韓國商品加稅至25% 貿易談判陷入膠著
Amerika Serikat Presiden Donald Trump baru-baru ini menyatakan bahwa tarif impor barang Korea akan mengalami penyesuaian besar-besaran, dari sebelumnya 15% menjadi 25%. Menurut laporan NS3, langkah ini disebabkan oleh penundaan proses persetujuan RUU Investasi Khusus Korea, yang memicu ketidakpuasan dari pihak AS.
Keputusan ini menyoroti sikap keras pemerintahan Trump terhadap hubungan perdagangan dengan Korea Selatan. Ancaman kenaikan tarif ini bertujuan untuk memberi tekanan kepada Korea Selatan dan mendorong kemajuan dalam negosiasi bilateral. Para analis menunjukkan bahwa, meskipun secara nominal bertujuan untuk meredakan sengketa perdagangan, langkah ini berpotensi memperburuk gesekan ekonomi dan perdagangan antara AS dan Korea Selatan. Bagi eksportir Korea, kenaikan tarif sebesar 10 poin persentase akan secara signifikan meningkatkan biaya, yang berpotensi menurunkan daya saing produk Korea di pasar Amerika.
Selain itu, langkah ini juga dipicu oleh ketegangan terkait proses persetujuan RUU Investasi Khusus Korea, yang tertunda karena berbagai alasan politik dan administratif. Hal ini memperburuk situasi negosiasi, membuat kedua belah pihak semakin sulit mencapai kesepakatan.
Situasi ini mencerminkan kompleksitas negosiasi perdagangan antara AS dan Korea Selatan saat ini, di mana Korea perlu menyeimbangkan antara memenuhi tuntutan AS dan melindungi kepentingan sendiri. Pemerintah Korea sedang berusaha mencari solusi yang dapat menjaga hubungan baik dengan AS tanpa mengorbankan kepentingan ekonomi nasionalnya.

*Gambar yang menunjukkan pertemuan negosiasi antara pejabat AS dan Korea Selatan*
Dalam konteks ini, kedua negara harus menavigasi ketegangan ini dengan hati-hati agar tidak memperburuk hubungan ekonomi dan politik mereka. Kenaikan tarif ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri dan eksportir Korea yang bergantung pada pasar Amerika Serikat.
Secara keseluruhan, langkah Trump ini menandai babak baru dalam hubungan perdagangan AS-Korea, yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Kedua pihak diharapkan dapat menemukan jalan keluar yang saling menguntungkan agar kerjasama ekonomi dapat terus berjalan dengan stabil.