Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kekhawatiran Besar Diajukan JPMorgan dan Citadel Tentang Pendekatan SEC pada Aset Digital
Isu regulasi crypto semakin memanas seiring dengan suara keras dari pemain finansial global. Tiga institusi terkemuka—JPMorgan, Citadel, dan SIFMA—telah secara resmi menyuarakan kekhawatiran mereka kepada badan tugas khusus SEC mengenai kebijakan yang dirasa terlalu permisif terhadap sekuritas token dan proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi). Pesan yang diajukan dalam pertemuan tersebut membawa bobot signifikan, mengingat posisi dominan ketiga institusi dalam ekosistem finansial global.
Protes dari Industri Keuangan Tradisional Terhadap Pengaturan SEC
Menurut laporan dari NS3.AI, kekhawatiran utama yang diangkat adalah tentang jangkauan pengecualian dari hukum sekuritas yang dianggap terlalu luas. Pihak-pihak yang berbicara menekankan bahwa kebijakan yang kurang ketat dapat menciptakan kondisi berbahaya bagi stabilitas pasar dan melemahkan mekanisme perlindungan investor. Latar belakang dari protes ini cukup jelas—keruntuhan senilai $19 miliar dalam industri crypto baru-baru ini telah menunjukkan bagaimana kurangnya pengawasan dapat berdampak katastrofal.
Kekhawatiran ini bukan sekadar gugatan formal, melainkan refleksi dari kesenjangan yang mendalam antara pandangan industri tradisional dan pendekatan regulasi yang lebih terbuka terhadap inovasi blockchain. Institusi establishment ini khawatir bahwa model bisnis DeFi dan tokenomics yang kompleks dapat mengelak dari perangkat hukum yang ada.
Stablecoin dan Pertarungan di Meja Negosiasi Senat
Negosiasi struktur regulasi pasar crypto di tingkat Senat saat ini sedang terhenti, dan perselisihan yang mendasar adalah penyebabnya. Isu-isu yang paling kontroversial mencakup penentuan status pengecualian untuk protokol DeFi yang sepenuhnya terdesentralisasi dan pemberian insentif khusus untuk bank dalam lingkungan stablecoin. Dua sisi memiliki visi yang sangat berbeda tentang bagaimana sektor ini harus diatur, menciptakan kebuntuan yang sulit dipecahkan.
Peran stablecoin dalam lanskap keuangan digital menjadi titik persengketaan, mengingat potensi mereka sebagai instrumen pembayaran dan penyimpan nilai yang dapat bersaing dengan sistem perbankan tradisional. Dengan insentif perbankan menjadi bagian dari negosiasi, dinamika antara inovasi dan stabilitas semakin rumit.
Jalan Ke Depan: Keseimbangan Antara Inovasi dan Perlindungan
Pertemuan yang melibatkan JPMorgan, Citadel, dan SIFMA ini menunjukkan bahwa perdebatan regulasi crypto telah memasuki fase kritis. Institusi finansial besar tidak ingin melihat pendekatan SEC yang terlalu longgar terhadap aset digital berkembang tanpa pengawasan yang ketat. Di sisi lain, komunitas blockchain terus mengadvokasi untuk kebebasan eksperimental yang lebih besar.
Keputusan yang diambil dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan arah industri crypto. Apakah sekuritas token dan DeFi akan dikendalikan dengan ketat seperti produk keuangan tradisional, atau akan mendapat ruang lebih untuk berkembang? Jawaban atas pertanyaan ini akan bergantung pada seberapa efektif argumen yang diajukan oleh kedua belah pihak dalam proses legislatif yang sedang berlangsung.