Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Strategy Rugi Rp200 Triliun Lebih Akibat Bitcoin Anjlok
Laporan Kuartal IV Ungkap Risiko Besar Strategi “All-in Bitcoin”
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Strategy (sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy), melaporkan kerugian jumbo sebesar US$12,4 miliar pada kuartal keempat. Kerugian ini terjadi seiring anjloknya harga Bitcoin dalam periode tersebut.
Berita ini pertama kali dilaporkan oleh CoinDesk dan langsung menarik perhatian pasar global, karena Strategy dikenal sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.
Apa Penyebab Kerugiannya?
Kerugian tersebut bukan karena operasional bisnis inti, melainkan karena penurunan nilai Bitcoin yang dicatat dalam laporan keuangan.
Strategy selama bertahun-tahun membeli Bitcoin secara agresif dan mencatatnya di neraca perusahaan. Saat harga Bitcoin turun tajam, nilai aset tersebut otomatis ikut turun di laporan keuangan, meskipun Bitcoin itu belum dijual.
Dengan kata lain:Ini kerugian di atas kertas (unrealized loss)Bukan kerugian kas langsung
Namun tetap berdampak besar pada laporan laba rugi dan persepsi investor
Seberapa Besar Eksposur Strategy ke Bitcoin?
Strategy saat ini memegang ratusan ribu Bitcoin, yang dibeli pada berbagai level harga, termasuk di area harga tinggi. Ketika Bitcoin terkoreksi tajam, selisih antara harga beli dan harga pasar membesar — dan itulah yang memicu kerugian miliaran dolar ini.
Saham Strategy pun ikut tertekan karena pasar melihat perusahaan ini lebih mirip “ETF Bitcoin dengan leverage” ketimbang perusahaan software biasa.