Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Penguatan Rupee Menciptakan Peluang bagi RBI untuk Mengembalikan Cadangan
Rupiah India sedang mengalami kinerja terbaik dalam tujuh tahun, membuka peluang bagi Reserve Bank of India untuk memperkuat cadangan devisa asingnya. Menurut data dari Jin10, pemulihan ini dipicu oleh kesepakatan perdagangan antara AS dan India, yang membatasi kenaikan lebih lanjut dari rupiah dalam jangka pendek.
Strategi Akuisisi Dolar dalam Fokus
Para ahli dari Barclays dan Nomura Holdings mengidentifikasi saat ini sebagai jendela penting bagi RBI untuk melaksanakan strategi pembelian dolar AS. Para analis merekomendasikan strategi short selling rupiah, percaya bahwa ada ruang untuk depresiasi. Nomura memproyeksikan bahwa kurs USD/INR akan mencapai 94 hingga Mei tahun ini, sementara Barclays menetapkan target serupa melalui instrumen offshore dengan jatuh tempo tiga bulan.
Jalur Rupiah Tetap Tidak Pasti
Namun, gambaran ini tidak sesederhana yang terlihat. Joey Chew, koordinator riset valuta asing untuk Asia di HSBC Holdings, memperingatkan tentang tantangan yang masih dihadapi rupiah. Institusi ini menunjukkan bahwa Bank Sentral India telah mengambil posisi impulsif dalam beberapa bulan terakhir, melakukan intervensi yang tidak konsisten di pasar untuk menetralkan taruhan spekulatif sepihak terhadap mata uang India.
Pendekatan pengelolaan valuta asing ini membuat lingkungan menjadi lebih kompleks dan meningkatkan volatilitas bagi para pelaku pasar yang ingin mengambil posisi terhadap rupiah. Perpaduan antara tujuan kebijakan moneter dan pengelolaan arus valuta asing menunjukkan keterbatasan yang membatasi prediksi tentang perilaku masa depan mata uang ini di pasar internasional.