Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kepemimpinan Iran Mencari Dialog Konstruktif dengan AS dengan Ketentuan yang Adil
Pada 3 Februari, Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuat pengumuman penting melalui saluran media sosial, menginstruksikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi untuk mengejar “negosiasi yang adil dan jujur” dengan Amerika Serikat. Instruksi ini menandakan komitmen Iran untuk menyelesaikan perbedaan dengan AS melalui keterlibatan diplomatik yang terstruktur.
Pendekatan Diplomatik: Tiga Prinsip Panduan
Presiden Iran menegaskan bahwa setiap diskusi dengan Amerika Serikat harus berlandaskan pada tiga prinsip dasar: martabat, kebijaksanaan, dan pragmatisme. Pilar-pilar ini dirancang untuk memastikan bahwa Iran memasuki negosiasi dari posisi kekuatan sambil tetap menghormati kedaulatan nasional. Penekanan pada pragmatisme menunjukkan kesiapan untuk mencari titik temu dengan Washington, menandai perubahan penting dalam pendekatan Teheran terhadap hubungan bilateral.
Implikasi Strategis dengan Fokus pada Stabilitas Regional
Perkembangan ini merupakan recalibrasi signifikan dalam hubungan Iran-AS, dengan implikasi yang melampaui urusan bilateral ke keamanan dan stabilitas regional. Dengan menginstruksikan Menteri Luar Negeri untuk berinteraksi dengan AS, Teheran menunjukkan bahwa mereka tetap terbuka terhadap jalur diplomatik meskipun sebelumnya terjadi ketegangan. Pendekatan tiga pilar—martabat, kebijaksanaan, dan pragmatisme—menunjukkan niat Iran untuk menyeimbangkan kepentingan nasional dengan kebutuhan praktis untuk dialog dalam mengatasi tantangan regional bersama.