Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ritel Duty Free Jepang Menghadapi Tantangan Saat Kedatangan Wisatawan Menurun
Sektor ritel utama Jepang sedang mengalami kontraksi yang signifikan dalam belanja bebas bea, sebuah sektor yang secara tradisional didukung oleh pengunjung internasional. Data terbaru dari Jin10 mengungkapkan bahwa perlambatan ini secara langsung terkait dengan menurunnya jumlah wisatawan yang datang ke negara tersebut.
Performa Bebas Bea yang Lemah di Department Store Utama
Takashimaya melaporkan penurunan penjualan bebas bea sebesar 19% selama Januari, menandakan kelemahan yang lebih luas di segmen ini. J Front Retailing menggambarkan gambaran serupa, dengan jaringan Daimaru dan Matsuzakaya andalan mereka mengalami penurunan pendapatan bebas bea sekitar 17%. Meski mengalami kemunduran ini, perusahaan hanya mampu mencatat kenaikan penjualan keseluruhan sebesar 0,7%, menegaskan tekanan yang dihadapi oleh performa ritel akibat kelemahan di sektor bebas bea.
Kontraksi ini menyoroti kenyataan yang tidak nyaman: pengeluaran pengunjung internasional—terutama untuk barang bebas bea—masih rentan terhadap fluktuasi arus wisatawan masuk. Tanpa aliran wisatawan internasional yang kuat, bahkan retailer paling bergengsi di Jepang pun kesulitan mempertahankan momentum pertumbuhan.
Ambisi Pariwisata Jepang: Target dan Strategi Diversifikasi
Tokyo tidak tinggal diam. Pemerintah Jepang telah menetapkan target ambisius untuk menyambut 60 juta wisatawan masuk pada tahun 2030, dengan tujuan menghasilkan pendapatan pariwisata sebesar 15 triliun yen. Namun, mencapai hal ini membutuhkan lebih dari sekadar menarik lebih banyak pengunjung.
Strateginya melibatkan pendalaman keterlibatan dan pola pengeluaran pengunjung. Jepang berencana meningkatkan pengeluaran rata-rata wisatawan asing sebesar 9%, menjadi 250.000 yen per pengunjung. Pemerintah juga bertujuan untuk lebih dari menggandakan jumlah menginap di daerah regional di luar kota besar menjadi 130 juta, mengurangi konsentrasi pariwisata di tempat-tempat wisata tradisional.
Menyeimbangkan Pertumbuhan dengan Kekhawatiran Komunitas
Di balik target-target ini terdapat pendekatan yang lebih bernuansa terhadap pengembangan pariwisata. Alih-alih mengejar pertumbuhan dengan segala cara, Jepang berusaha menyeimbangkan peningkatan jumlah pengunjung dengan kepentingan komunitas lokal. Ini termasuk mengatasi “overtourism”—fenomena di mana volume pengunjung yang tinggi berdampak negatif terhadap kualitas hidup warga dan membebani infrastruktur lokal.
Perlambatan penjualan bebas bea, meskipun menantang bagi para peritel, memberikan peluang bagi Jepang untuk mengoreksi model pariwisatanya: menarik pengunjung dengan nilai lebih tinggi, menyebarkan mereka secara geografis, dan memastikan pariwisata berkelanjutan yang menguntungkan baik ekonomi maupun komunitas lokal.