Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Peringatan politik Korea terhadap spekulasi properti tidak meyakinkan pasar
Sementara krisis perumahan di Korea Selatan terus memburuk, juru bicara pemerintah Korea mengeluarkan seruan langsung: hentikan spekulasi. Lee Jae-myung menawarkan kepada pemilik properti multiple sebuah “kesempatan terakhir” untuk menjual properti berlebih sebelum pemerintah meningkatkan pajak properti. Menurut data dari Jin10, pesan tersebut jelas — pemerintah ingin menghentikan pasar properti “dengan segala cara”.
Ultimatum yang Tidak Dianggap Serius
Strategi politikus Korea ini sederhana: yakinkan pemilik untuk menjual secara sukarela, jika tidak, pajak akan dikenakan. Tetapi sementara itu, harga apartemen di Seoul terus naik tanpa henti selama 52 minggu berturut-turut, menunjukkan kegagalan kebijakan pengendalian hingga saat ini. Regulasi pinjaman yang lebih ketat tidak mampu meredam semangat para spekulan. Keinginan untuk mengakumulasi properti tampaknya lebih kuat daripada ancaman fiskal apa pun.
Angka Mengungkap Ketidakpuasan Orang Korea
Sebuah survei terbaru dari Gallup Korea mengungkapkan realitas politik di balik krisis ini. Anehnya, hanya 26% warga Korea Selatan yang mendukung kebijakan perumahan saat ini, sementara 40% menunjukkan ketidakpuasan yang jelas. Perasaan pesimis mendominasi: hampir setengah dari responden memperkirakan harga perumahan akan terus naik, sementara hanya 19% yang berani berharap harga akan turun.
Korban Sesungguhnya: Generasi Muda
Di balik angka-angka dingin, terdapat krisis kemanusiaan. Biaya perumahan yang sangat tinggi memaksa jutaan pemuda Korea melepaskan impian membangun keluarga. Pernikahan? Anak-anak? Bagi banyak orang, aspirasi ini semakin jauh ketika harga apartemen menghabiskan puluhan tahun tabungan. Lee memperingatkan bahwa kenyataan ini merusak struktur sosial negara itu sendiri, dengan tingkat kelahiran yang menurun dan masa depan demografis negara dalam bahaya.
Persimpangan Politik
Kegagalan mengendalikan harga perumahan menjadi tantangan besar bagi keberhasilan pemerintah Korea. Sementara seruan moral melawan spekulasi bergema di berita utama, kenyataannya menunjukkan bahwa ancaman pajak maupun ajakan untuk berakal sehat tidak mampu menghentikan dinamika buruk pasar properti Korea Selatan. Ultimatum ini masih terbuka, tetapi pertanyaannya tetap: akankah langkah apapun benar-benar mampu mengubah perilaku pemilik properti?