Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Energi surya Afrika memasuki tahap pertumbuhan pesat mulai tahun 2025
Afrika sedang menyaksikan tonggak sejarah dalam bidang energi terbarukan. Menurut laporan dari Dewan Energi Surya Global (GSC) yang dirilis pada bulan Januari, industri tenaga surya di benua ini telah memasuki tahap perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Informasi dari Jin10 menunjukkan bahwa pendorong utama di balik ledakan ini adalah peningkatan besar dalam proyek skala utilitas di seluruh wilayah.
Ledakan proyek skala besar mendorong perubahan
Tahun 2025 telah menjadi titik balik bagi pengembangan tenaga surya di Afrika. Benua ini menambahkan kapasitas tenaga surya sebesar 4,5 gigawatt, yaitu pertumbuhan yang mengesankan sebesar 54% dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui rekor yang ditetapkan pada tahun 2023. Pertumbuhan ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi pengembangan infrastruktur energi bersih di banyak negara di benua ini.
GSC memperkirakan bahwa jika tren ini berlanjut dengan kecepatan saat ini, kapasitas tenaga surya tahunan Afrika dapat meningkat enam kali lipat pada tahun 2029, mencapai lebih dari 33 gigawatt. Ini akan menandai transformasi menyeluruh dalam konteks energi Afrika.
Afrika Selatan memimpin, Nigeria dan Mesir memperkuat implementasi
Ketika melihat distribusi kapasitas, gambaran yang lebih jelas muncul dari data spesifik. Afrika Selatan mempertahankan posisi terdepan di benua ini dengan kapasitas terpasang mencapai 1,6 gigawatt, menunjukkan dominasi negara ini dalam bidang energi terbarukan. Nigeria dan Mesir mengikuti di belakang, masing-masing mengimplementasikan 803 megawatt dan 500 megawatt kapasitas baru.
Distribusi ini mencerminkan strategi regional yang membantu banyak negara secara bersamaan memperluas kapasitas energi bersih. Negara-negara ini tidak hanya fokus pada proyek skala utilitas besar, tetapi juga mengembangkan pasar distribusi energi surya dalam skala lebih kecil, menciptakan ekosistem energi terbarukan yang komprehensif.
Harapan 33 gigawatt pada 2029: Masa depan cerah energi bersih
Prospek jangka panjang industri tenaga surya Afrika sangat optimis. Seiring infrastruktur dan teknologi terus berkembang, prediksi menunjukkan bahwa total kapasitas tahunan dapat mencapai rekor 33 gigawatt atau lebih sebelum tahun 2029. Perjalanan dari 4,5 gigawatt pada tahun 2025 ke 33 gigawatt pada tahun 2029 tidak hanya menunjukkan pertumbuhan angka, tetapi juga menjadi simbol transisi energi berkelanjutan di benua ini.