Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Suzanne mengidentifikasi krisis energi Jerman: Strategi untuk melepaskan ketergantungan LNG AS
Masalah pasokan energi yang dihadapi Jerman bukan sekadar masalah pengadaan sumber daya, melainkan masalah mendasar terkait risiko geopolitik dan keamanan ekonomi. Ahli energi yang berasal dari Pusat Penelitian Helmholtz di Berlin, Suzanne, dengan tegas memperingatkan ancaman yang ditimbulkan oleh ketergantungan tinggi Jerman terhadap gas alam cair (LNG) dari Amerika Serikat.
Risiko Geopolitik yang Ditimbulkan oleh Ketergantungan LNG AS
Menurut analisis Suzanne, ketergantungan berlebihan terhadap AS bukan hanya masalah pasokan energi, tetapi juga dapat berfungsi sebagai alat untuk penegakan kekuasaan politik. Tren otoritarianisme pemerintah AS dan kekuatan geopolitik yang dipaksakan dapat mempengaruhi kebijakan energi Jerman secara signifikan. Mengingat risiko ini, Kanselir Olaf Scholz menegaskan perlunya beralih ke strategi pengadaan energi yang beragam.
Scholz memprioritaskan diplomasi energi yang menitikberatkan pada kawasan Timur Tengah, dengan memperkuat hubungan dengan Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman. Setelah itu, ia melakukan kunjungan ke Qatar dan Uni Emirat Arab untuk membangun hubungan dengan beberapa negara pemasok, sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan pada satu negara saja.
Pendekatan Praktis dalam Strategi Diversifikasi
Alternatif yang diusulkan Suzanne tidak hanya sekadar mengganti sumber LNG dari negara pemasok yang ada. Ia menekankan pentingnya menggabungkan pengadaan dari berbagai sumber geografis, seperti gas pipa dari Norwegia dan LNG dari Kanada serta Australia, guna mencapai diversifikasi risiko.
Alternatif ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan risiko geopolitik, tetapi juga dapat membantu meredam volatilitas harga. Kepala Departemen Transportasi, Energi, dan Lingkungan di Institut Penelitian Ekonomi Jerman, Claudia Kenfart, juga menegaskan bahwa perubahan sumber pasokan saja tidak akan menyelesaikan masalah secara mendasar.
Peralihan Mendalam dari Bahan Bakar Fosil
Pandangan penting yang dikemukakan Kenfart adalah bahwa strategi diversifikasi energi harus dilihat sebagai tantangan jangka panjang. Arah yang seharusnya diambil Jerman adalah secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil secara keseluruhan. Perubahan sumber pasokan hanyalah pengobatan sementara yang perlu diwaspadai.
Pendapat para ahli, termasuk Suzanne, menunjukkan bahwa strategi energi Jerman saat ini harus beralih dari sekadar menghindari risiko geopolitik menuju transformasi struktural yang lebih mendasar. Bersamaan dengan perluasan energi terbarukan, upaya untuk keluar dari ketergantungan bahan bakar fosil akan menjadi tantangan utama dalam mewujudkan kemandirian energi Jerman.