Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pengawasan Bursa Crypto Korea Menghadapi Perdebatan Kebijakan tentang Pembatasan Kepemilikan
Pembuat kebijakan di Korea terbagi pendapat tentang cara terbaik mengatur struktur kepemilikan di sektor pertukaran kripto. Tim Tugas Aset Digital Partai Demokrat baru-baru ini menentang usulan Komisi Layanan Keuangan untuk memberlakukan batasan 15-20% pada saham pemegang saham utama di platform aset digital. Alih-alih mendukung pembatasan kepemilikan secara menyeluruh, penasihat Demokrat mendukung pendekatan regulasi alternatif yang dapat mengubah cara Korea mengelola tata kelola pertukaran.
Partai Demokrat Menantang Inisiatif Batas Kepemilikan FSC
Menurut laporan dari NS3.AI, komite penasihat Partai Demokrat telah menentang apa yang mereka anggap sebagai model kepemilikan yang terlalu ketat. Kelompok ini berpendapat bahwa membatasi pemegang saham individu hingga 15-20% mungkin bukan cara paling efektif untuk mengatasi kekhawatiran mendasar yang mendorong usulan FSC. Alih-alih menerapkan batasan tersebut, para penasihat percaya bahwa Korea harus memprioritaskan pembentukan perlindungan kelembagaan yang kokoh untuk mencegah perilaku bermasalah dan melindungi integritas pasar.
Membangun Kerangka Hukum yang Lebih Kuat Daripada Batas Kepemilikan
Posisi Partai Demokrat berpusat pada filosofi regulasi yang lebih bernuansa. Alih-alih sekadar membatasi persentase kepemilikan, mereka menganjurkan kerangka hukum yang komprehensif dikombinasikan dengan mekanisme akuntabilitas yang ketat. Kerangka ini akan mencakup sistem pemantauan yang ditingkatkan, persyaratan tata kelola yang transparan, dan pemeriksaan yang dirancang khusus untuk mencegah konflik kepentingan dan membatasi kegiatan ilegal dalam operasi pertukaran. Para penasihat berpendapat bahwa perlindungan berlapis seperti ini bisa lebih efektif daripada sekadar pembatasan kepemilikan yang kasar.
Mengapa Perdebatan Ini Penting untuk Ekosistem Pertukaran Korea
Ketidaksepakatan antara Partai Demokrat dan FSC mencerminkan ketegangan yang lebih luas di Korea antara regulasi pencegahan dan pembatasan struktural. Pendekatan batas kepemilikan FSC berasumsi bahwa membatasi kendali investor tunggal secara alami mengurangi risiko sistemik. Para penasihat Demokrat membalas bahwa mekanisme pengawasan yang dirancang dengan baik dapat mencapai efek perlindungan yang sama dengan gangguan yang lebih kecil terhadap aliran modal dan fleksibilitas investasi. Bagaimana Korea menyelesaikan perdebatan kebijakan ini kemungkinan akan mempengaruhi daya saing dan kapasitas inovasi sektor aset digitalnya.