Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
India Perluas Akses Investasi Asing untuk Bank Milik Pemerintah, Target Tingkat Kepemilikan 49%
Pemerintah India tengah mengevaluasi rencana signifikan untuk mengubah lanskap investasi di bank milik pemerintah. Menurut laporan media eksternal, regulator berencana menaikkan batas investasi langsung asing (FDI) di lembaga perbankan milik negara menjadi 49%, melampaui pembatasan 20% yang berlaku saat ini. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas sistem keuangan nasional.
Strategi Modal Baru: Liberalisasi Terbatas untuk Bank Negara
Seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Bank Federal Nagaraju dalam pernyataannya baru-baru ini, para pengambil kebijakan sedang merancang peningkatan signifikan dalam threshold FDI. Saat ini, 12 bank milik pemerintah—termasuk institusi terkemuka seperti Reserve Bank of India—mengalami pembatasan kepemilikan asing di bawah 20%. Batas yang diusulkan untuk dinaikkan menjadi 49% tetap jauh di bawah tingkat yang diberikan kepada lembaga keuangan swasta, yang mampu menerima investasi asing hingga 74%. Perbedaan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menyeimbangkan antara kebutuhan modal dengan pemeliharaan kontrol strategis.
Pendekatan Diferensiasi: Perlakuan Khusus untuk Bank Milik Pemerintah
Strategi pemerintah India menunjukkan pendekatan nuansa dalam mengelola kepemilikan asing di berbagai segmen sektor keuangan. Untuk bank milik pemerintah, ceiling 49% dirancang sebagai titik keseimbangan—cukup terbuka untuk menarik investor internasional, namun tetap menjaga mayoritas kepemilikan di tangan pemerintah. Kontras ini dengan perlakuan yang lebih liberal terhadap bank swasta (74%) dan perusahaan asuransi lokal (hingga 100%) mengungkapkan prioritas regulasi: memperkuat lembaga perbankan nasional melalui infus modal eksternal tanpa mengorbankan kemandirian finansial negara.
Kebijakan ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa bank milik pemerintah membutuhkan sumber pendanaan baru untuk tetap kompetitif di era globalisasi. Dengan membuka akses yang lebih luas bagi investor asing, sambil mempertahankan kontrol mayoritas, India mencoba menciptakan ekosistem keuangan yang lebih sehat dan berkinerja lebih baik.