Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Wakil Ketua Federal Reserve Michelle Bowman menyatakan bahwa bank sentral Amerika Serikat berencana melonggarkan persyaratan modal bagi bank bank besar. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya regulator untuk menyesuaikan aturan perbankan dengan kondisi pasar dan sistem keuangan saat ini.
Bowman menjelaskan bahwa Federal Reserve tengah mengevaluasi sejumlah aturan modal yang selama ini berlaku bagi lembaga keuangan besar. Pelonggaran tersebut diharapkan dapat memberikan fleksibilitas lebih bagi perbankan dalam menyalurkan kredit serta mendukung aktivitas ekonomi.
Persyaratan modal merupakan aturan yang mewajibkan bank untuk menyimpan sejumlah modal sebagai penyangga terhadap potensi kerugian. Aturan ini menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan setelah krisis finansial global 2008.
Menurut Bowman, evaluasi terhadap aturan tersebut penting agar regulasi tetap efektif tanpa membebani aktivitas bisnis bank secara berlebihan. Ia juga menekankan bahwa setiap perubahan tetap akan mempertimbangkan aspek stabilitas keuangan serta perlindungan terhadap sistem perbankan.
Rencana pelonggaran ini muncul di tengah diskusi yang lebih luas mengenai reformasi regulasi perbankan di Amerika Serikat, khususnya terkait bagaimana bank besar dapat tetap kompetitif sekaligus menjaga ketahanan sistem keuangan.