Foo Siang Chi, Mantan Eksekutif Universitas, Dijatuhi Hukuman Penjara karena Penipuan dan Voyeurisme

Seorang mantan administrator di dua universitas bergengsi di Singapura menghadapi konsekuensi hukum yang serius pada 8 April setelah mengaku melakukan beberapa pelanggaran berat. Foo Siang Chi, 55 tahun, dijatuhi hukuman penjara selama 46 minggu karena merancang skema penipuan yang kompleks dan melakukan pelanggaran voyeurisme berulang selama lebih dari lima tahun. Kasus ini mengungkap bagaimana kecanduan judi dan utang yang menumpuk mendorong Foo untuk memanfaatkan kepercayaan rekan-rekannya di Universitas Nasional Singapura (NUS) dan Universitas Teknologi dan Desain Singapura (SUTD).

Membangun Kerajaan Penipuan: Skema Pinjaman di NUS

Foo Siang Chi menjabat sebagai deputi direktur Kantor Manajemen Fasilitas (OFM) di NUS mulai Mei 2013. Saat melamar posisi tersebut, dia menyembunyikan fakta penting dari universitas: dia sudah terbebani utang sekitar $600.000. Krisis keuangannya berasal dari kebiasaan berjudi yang compulsive, yang sulit dikendalikannya.

Pada awal 2015, Foo mulai menargetkan seorang rekan berusia 58 tahun yang bersimpati terhadap masalah keuangannya. Awalnya sebagai teman, kemudian berubah menjadi penipuan yang terencana. Selama beberapa bulan, dari 28 April hingga 3 Juli 2015, Foo Siang Chi secara sistematis menarik dana dari rekan yang tidak curiga tersebut. Korban mengeluarkan cek sebesar $85.500, dan kemudian memberikan pinjaman pribadi tambahan sebesar $120.000 yang dipinjam dari bank khusus untuk membantu Foo melunasi utangnya.

Rekan tersebut tidak mengetahui bahwa Foo bermaksud menggunakan setiap dolar untuk berjudi—uang yang tidak akan pernah dikembalikan secara baik-baik. Jaksa penuntut dari pihak penggugat, Alexandria Shamini Joseph, bersaksi bahwa pemberi pinjaman bahkan pernah mengunjungi kantor Foo untuk menuntut pelunasan, memaksa rekan yang bersimpati itu melindunginya dari konfrontasi. Foo tidak pernah mengungkapkan niat sebenarnya, memanfaatkan belas kasihan korban untuk mengumpulkan lebih dari $205.000 dari setidaknya enam pinjaman terpisah.

Pelanggaran Voyeurisme Berulang di Kampus

Sementara penipuan terus berlangsung, Foo Siang Chi juga terlibat dalam kejahatan voyeurisme. Dari April hingga Agustus 2018—masih bekerja di NUS—dia menggunakan ponselnya untuk merekam setidaknya empat video upskirt. Dua dari rekaman ini dilakukan di dalam kampus NUS sendiri, menargetkan wanita tanpa sepengetahuan atau izin mereka.

Setelah dipecat dari NUS pada 2018, Foo beralih ke peran baru sebagai direktur infrastruktur dan peralatan kantor di SUTD pada Februari 2019. Alih-alih bertobat, dia meningkatkan perilaku kriminalnya. Antara Maret 2019 dan Maret 2020, Foo Siang Chi merekam setidaknya 30 video dan foto voyeuristik wanita di ruang publik—mal, transportasi umum, dan area kampus SUTD. Dia secara sengaja menargetkan wanita “dengan kaki yang menarik baginya,” menurut catatan pengadilan. Dua rekaman tambahan dibuat di SUTD. Foo mengundurkan diri dari SUTD pada Januari 2022, tetapi sebelum itu membangun pola perilaku predator di dua universitas besar.

Konsekuensi Hukum dan Hukuman Penjara

Foo Siang Chi secara resmi didakwa di pengadilan pada November 2023. Selama sidang pada April, tim pembelanya dari Withers KhattarWong—yang terdiri dari pengacara Shashi Nathan, Jeremy Pereira, dan U. Sudharshanraj Naidu—meminta hukuman hingga sembilan bulan, menekankan bahwa klien mereka telah menunjukkan penyesalan mendalam dan telah membayar ganti rugi penuh kepada rekan yang ditipunya. Pengadilan mengambil sikap lebih keras, menjatuhkan hukuman 46 minggu penjara kepada Foo Siang Chi.

Di bawah hukum Singapura, vonis penipuan dapat membawa hukuman hingga tiga tahun penjara dan denda, sementara vonis voyeurisme bisa menyebabkan hukuman hingga dua tahun penjara, denda, cambuk, atau kombinasi dari semuanya. Karena Foo berusia di atas 50 tahun, dia tidak memenuhi syarat untuk dihukum cambuk. Jaminannya ditetapkan sebesar $25.000, dan dia dijadwalkan mulai menjalani hukuman penjara pada 15 April. Kasus ini menyoroti bagaimana kebiasaan pribadi dan keputusasaan keuangan, jika tidak dikendalikan, dapat merusak kepercayaan institusional dan menyakiti orang yang tidak bersalah.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan