Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kasus Joe Arridi: Ketika Keadilan Menjadi Kejahatan
Pada tahun 1939, Amerika mengalami kejutan yang tidak bisa dilupakan. Joe Aridi—seorang pemuda dengan kecacatan mental serius (IQ hanya 46)—dihukum mati atas pembunuhan yang tidak dia lakukan dan tidak bisa pahami. Kisah Joe Aridi menjadi simbol betapa tidak sempurnanya sistem peradilan ketika menghadapi perlindungan terhadap lapisan masyarakat yang paling rentan.
Bagaimana orang yang tidak bersalah masuk ke kamar gas
Pada tahun 1936, serangan kejam mengguncang Colorado. Polisi menghadapi tekanan masyarakat yang menuntut penyelesaian cepat. Alih-alih melakukan penyelidikan menyeluruh, pejabat menggunakan cara yang sudah terbukti—mereka mencari sasaran yang mudah. Joe Aridi tampak sebagai kandidat ideal: dia setuju melakukan apa saja, asalkan menyenangkan otoritas. Fleksibilitas karakternya menjadi kesalahan fatal.
Bukti sama sekali tidak ada. Tidak ada sidik jari. Tidak ada saksi yang menunjukkan Joe Aridi. Tidak ada hubungan antara dia dan tempat kejadian. Namun, di bawah tekanan cerdas dari penyidik, pemuda itu setuju dengan versi yang dia sendiri tidak pahami. Pengakuannya bukanlah pengakuan, melainkan sekadar persetujuan terhadap orang dewasa.
Hari-hari terakhir orang yang tidak tahu apa yang terjadi
Wajah Joe Aridi tak pernah lepas dari senyum. Bahkan saat dia dibawa ke kamar gas, dia tersenyum kepada penjaga. Dia tidak menyadari skala ketidakadilan yang sedang terjadi padanya. Di saat-saat terakhirnya, dia bermain dengan kereta api mainan yang diberikan petugas penjara