Saham Fintech yang Terabaikan dan Berpotensi Melonjak karena Bitcoin

Dalam pasar yang volatil saat ini, mengidentifikasi saham sleeper sebelum kerumunan menyadarinya dapat memberikan pengembalian yang luar biasa. Block, yang pernah menjadi favorit selama pandemi, telah mengalami koreksi besar dan sekarang menyajikan studi kasus menarik tentang peluang undervalued. Diperdagangkan hampir 80% di bawah puncaknya pada Agustus 2021, perusahaan pembayaran ini diam-diam menempatkan dirinya di persimpangan fintech tradisional dan adopsi cryptocurrency yang sedang berkembang — sebuah posisi yang berpotensi memicu keuntungan besar saat Bitcoin dan mata uang digital mendapatkan penerimaan arus utama.

Mengapa Raksasa Pembayaran Ini Tetap Menjadi Peluang Sleeper yang Terlupakan

Alasan utama mengapa Block dianggap sebagai saham sleeper terletak pada satu fakta mendasar: valuasinya menjadi sangat menarik. Saat ini, saham perusahaan diperdagangkan dengan EV/EBIT hanya 15,1, tingkat yang menawarkan margin keamanan yang berarti bagi investor. Dalam lingkungan pasar di mana metrik valuasi mendominasi pengambilan keputusan investasi, harga ini benar-benar menonjol sebagai peluang yang menarik.

Block bukan hanya saham murah berdasarkan harga saja — ini adalah bisnis yang menghasilkan kas dan menunjukkan momentum operasional yang nyata. Segmen Square mencatat pertumbuhan laba kotor sebesar 9% tahun-ke-tahun di kuartal ketiga, sementara Cash App, yang memiliki 58 juta pengguna aktif bulanan, mencapai hasil yang lebih kuat dengan pertumbuhan laba kotor sebesar 24% selama periode yang sama. Angka-angka ini menunjukkan bahwa fundamental bisnis yang mendasari tetap solid meskipun valuasi sahamnya tertekan.

Ketidaksesuaian antara kinerja dasar dan valuasi pasar inilah yang membuat Block menjadi saham sleeper yang layak dipantau. Pasar telah fokus pada hambatan makro jangka pendek, memungkinkan investor cerdas mengakumulasi saham dengan harga tertekan.

Dua Mesin Pertumbuhan yang Mendorong Potensi Kenaikan Valuasi Block

Selain bisnis pemrosesan pembayaran inti, Block mengoperasikan dua aliran pendapatan yang terus berkembang. Ekosistem Square melayani pedagang dengan solusi pembayaran, sementara Cash App menyediakan layanan keuangan digital langsung ke konsumen. Perbedaan tingkat pertumbuhan — dengan Cash App melampaui Square — menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil mendiversifikasi profil pertumbuhannya.

Dualitas operasional ini memberikan perlindungan downside bagi investor. Bahkan jika pertumbuhan pemrosesan pembayaran melambat, segmen Cash App yang berkembang lebih cepat dapat mengimbangi metrik Square yang lebih lambat. Sebaliknya, kekuatan musiman di salah satu segmen dapat mendorong hasil gabungan yang lebih tinggi. Jalur pendapatan operasional perusahaan sangat mengesankan, menunjukkan bahwa skala bisnis mulai berkontribusi pada peningkatan profitabilitas yang nyata.

Adopsi Bitcoin: Katalis Tersembunyi untuk Saham Fintech Ini

Yang benar-benar membedakan Block sebagai peluang sleeper yang menarik adalah keterlibatannya yang besar namun sering diabaikan dengan Bitcoin dan infrastruktur cryptocurrency. Sementara investor fokus pada bisnis pembayaran tradisional, Block diam-diam mengumpulkan portofolio inisiatif terkait Bitcoin yang berpotensi menjadi pembeda strategis.

Perusahaan mengoperasikan Bitkey, dompet Bitcoin yang dikendalikan sendiri dan dirancang untuk pengguna arus utama. Di bawah merek Proto, Block memproduksi dan mendistribusikan peralatan penambangan cryptocurrency. Pengguna Cash App sudah dapat memperdagangkan Bitcoin langsung di dalam aplikasi, dan pedagang Square kini dapat menerima Bitcoin sebagai pembayaran. Pendekatan multi-saluran ini terhadap monetisasi cryptocurrency menempatkan Block secara unik dalam ekosistem fintech.

Yang penting, saat harga Bitcoin naik — saat ini diperdagangkan di $69.57K per Maret 2026 — sentimen pasar terhadap bisnis yang berfokus pada cryptocurrency biasanya menguat. Jika Bitcoin terus meningkat, Block bisa mengalami penilaian ulang yang signifikan saat investor menyadari strategi cryptocurrency yang maju. Komunitas investasi mungkin tiba-tiba melihat Block sebagai posisi yang lebih baik daripada pesaing untuk memanfaatkan adopsi Bitcoin arus utama, yang berpotensi membenarkan rasio valuasi yang jauh lebih tinggi.

Menilai Block sebagai Investasi Saham Sleeper

Block merupakan kandidat saham sleeper yang ideal: bisnis yang menguntungkan dan berkembang yang diperdagangkan dengan valuasi rendah dan memiliki eksposur terhadap tren sekuler yang transformatif (adopsi cryptocurrency). Kombinasi harga yang menarik, momentum operasional, dan katalis Bitcoin yang kurang dihargai menciptakan profil risiko-imbalan yang menarik bagi investor yang sabar.

Perpindahan Bitcoin dari aset spekulatif ke jalur pembayaran arus utama — dengan Block sebagai penerima manfaat infrastruktur — bisa menjadi katalis naratif yang hilang untuk membuka nilai pemegang saham yang signifikan. Sampai saat itu, Block kemungkinan akan tetap menjadi peluang sleeper bagi investor yang bersedia melihat melampaui sentimen pasar saat ini.

BTC-2,88%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan