Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jadi ZeroLend officially shutdown setelah tiga tahun operasi. Protokol lending terdesentralisasi ini akhirnya tidak tahan dengan ekonomi yang collapse, likuiditas tipis, dan terus-terusan ada masalah keamanan. Yang menarik, mereka memutuskan untuk gracefully exit dengan prioritas utama: pastikan pengguna bisa tarik aset mereka dengan aman.
Problema utamanya adalah kombinasi beberapa faktor. Price oracle providers berhenti support, jaringan seperti Manta, Zircuit, dan XLAYER jadi ghost town dari segi likuiditas, dan margin keuntungan protokol basically tidak ada. Dikombinasikan dengan profil risiko tinggi dari lending protocol, hasilnya protokol beroperasi dengan loss berkepanjangan. Ini adalah reminder keras tentang realitas DeFi - likuiditas sementara, hacks adalah bagian dari risiko yang terus ada, dan investor interest bisa tiba-tiba hilang.
Untuk pengguna yang stuck di low-liquidity chains, tim akan update smart contract sesuai jadwal untuk bebaskan aset. Tapi mereka diminta cepat withdraw karena sebagian besar market sudah di-set dengan LTV 0%, artinya borrowing dilarang total.
Yang worse lagi, ada pengguna yang kena LBTC exploit tahun lalu di Base. Mereka akan dapat partial refund dari LINEA token allocation milik ZeroLend. LBTC sendiri adalah staked bitcoin yang generate yield, tapi di ZeroLend Base exploit, attacker pakai fake LBTC sebagai collateral buat drain likuiditas. Jadi ada layer kompleksitas lagi di sini.
Sementara itu, Justin Sun juga publicly cut ties dengan World Liberty Financial, claim bahwa tim mereka treat users seperti "ATM pribadi" dan charge biaya tidak sah. Ini terjadi setelah WLFI deposit 5 miliar token ke DeFi lender Dolomite dan borrow sekitar 75 juta dollar. Jadi basically, kita liat pattern di mana beberapa protokol dan project struggle dengan sustainability dan trust issues.
Kesimpulannya, ZeroLend shutdown ini adalah contoh bagaimana DeFi protocol harus deal dengan multiple challenges simultaneously - infrastructure problems, security concerns, liquidity crises. Ini bukan first time dan definitely bukan last time kita akan lihat protocol collapse. Yang penting adalah bagaimana tim handle exit dan protect user funds.