Perubahan sikap Trump, negara-negara mana di Eropa yang akan menghadapi tantangan yang tidak diketahui

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Baru-baru ini, Presiden AS Trump telah berulang kali membuat langkah blockbuster, yang telah mengguncang situasi global. Langkah-langkah ini tidak hanya mengekspos perubahan drastis dalam arah kebijakan AS, tetapi juga menunjukkan bahwa banyak sekutu Eropa mungkin menghadapi tekanan diplomatik dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kekuasaan yang dia miliki dan gaya pengambilan keputusannya yang tidak dapat diprediksi sangat mengubah lanskap kekuatan global, khususnya fondasi hubungan AS-Eropa.

Dari Surat Hadiah Perdamaian hingga Ambisi Greenland

Awal bulan ini, Trump mengirim surat dengan kata-kata keras kepada Perdana Menteri Norwegia Steller, yang menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menilai kembali prioritas kebijakan luar negerinya karena Norwegia belum memberinya Hadiah Nobel Perdamaian. Surat ini tidak hanya diserahkan kepada pemerintah Norwegia, tetapi juga dikirim ke kedutaan besar banyak negara di Amerika Serikat, pada dasarnya menjadi manifesto global.

Surat itu dengan jelas menyatakan kekhawatiran strategis pemerintahan Trump tentang Greenland. Amerika Serikat mengklaim bahwa kontrol pulau itu sangat penting untuk menjaga keamanan global, menunjukkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil sikap yang lebih proaktif untuk mencapai tujuan ini. Ini bukan komunikasi diplomatik melainkan peringatan dari Trump kepada negara-negara di seluruh dunia.

Latihan militer oleh sekutu Eropa dan sanksi yang mengikutinya

Menanggapi sikap keras Amerika Serikat dalam masalah Greenland, delapan negara Eropa menyelenggarakan latihan militer bersama. Namun, skala dan dampak dari latihan militer ini jauh lebih rendah dari yang diharapkan - hanya lebih dari 30 personel militer yang berpartisipasi. Dalam menghadapi demonstrasi sebesar ini, pemerintahan Trump segera menanggapi dengan menjatuhkan sanksi tarif tinggi pada delapan negara peserta.

Inggris, Prancis, dan Jerman, sebagai kekuatan ekonomi dan politik utama di Eropa, tidak kebal. Jerman dengan cepat menarik diri dari latihan militer setelah mengalami tekanan perdagangan, sebuah langkah yang sepenuhnya mencerminkan sikap pragmatis kekuatan Eropa di bawah tekanan kuat dari Amerika Serikat. Insiden ini telah dengan jelas menunjukkan bahwa semakin jelas negara mana di Eropa yang bersedia berpegang teguh pada prinsip-prinsip mereka dan negara mana di Eropa yang cenderung berkompromi.

Kompromi Denmark dan ketidakberdayaan negara kecil

Sebagai sekutu dekat Amerika Serikat yang telah mengirim pasukan dan menderita korban dalam perang di Irak dan Afghanistan, Denmark kini telah mengambil posisi kompromi yang jelas. Diplomat Denmark telah secara terbuka menyatakan kesediaan mereka untuk menjauhkan diri dari kekuatan besar dan bekerja untuk memuaskan Amerika Serikat. Pergeseran sikap ini mencerminkan bahwa bahkan negara-negara yang telah membuat pengorbanan signifikan untuk kepentingan AS selama beberapa dekade terakhir sekarang dipandang sebagai objek yang dapat dinilai kembali dan ditekan.

Situasi negara-negara Eropa kecil dan menengah bahkan lebih mengkhawatirkan. Mereka tidak memiliki kekuatan ekonomi yang cukup untuk menahan sanksi perdagangan AS atau kekuatan militer untuk menghadapi ancaman langsung. Hubungan kekuatan asimetris ini menjadikannya pertanyaan yang hampir tidak terjawab negara-negara mana di Eropa yang dapat bertindak secara independen.

Perubahan kata-kata dari “beli” menjadi “dapatkan”

Wakil Presiden AS Vance baru-baru ini membuat komentar publik tentang Greenland, terutama perubahan halus dalam kata-kata. Di masa lalu, pejabat AS menggunakan istilah “pembelian”, menyiratkan kemungkinan transaksi komersial. Namun, ungkapan baru-baru ini telah bergeser ke “keuntungan” yang lebih langsung, yang mencerminkan konsensus di lingkaran kebijakan AS bahwa membawa Greenland di bawah kendali AS telah menjadi kebijakan yang mapan.

Rencana Komisi Perdamaian dan Diplomasi Baru

Pemerintahan Trump mengumumkan rencana untuk membentuk “komisi perdamaian” internasional untuk mengundang puluhan negara untuk bergabung, dan biaya keanggotaan ditetapkan langsung sebesar satu miliar dolar. Langkah ini telah memicu diskusi luas di komunitas internasional, dengan banyak pengamat melihatnya sebagai tantangan bagi sistem PBB yang ada.

Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak untuk bergabung, percaya bahwa sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Prancis tidak boleh melepaskan status internasionalnya yang ada dan bergabung dengan organisasi yang sedang berkembang. Namun, penolakan itu segera menimbulkan pembalasan dari Amerika Serikat, yang memberlakukan tarif 200% pada anggur Prancis. Langkah ini dengan jelas menunjukkan bagaimana pemerintahan Trump menggunakan sarana ekonomi untuk menghukum negara-negara yang tidak mau bekerja sama.

Negara-negara Eropa semakin terpecah, dan posisi terpadu mereka runtuh

Serangkaian tindakan Trump telah sangat mengubah ekologi politik Eropa. Kubu sekutu Eropa yang dulunya relatif bersatu sekarang berbeda, dengan negara-negara membuat pilihan yang berbeda berdasarkan kepentingan ekonomi dan pertimbangan strategis mereka sendiri. Penarikan Jerman dari latihan militer, gerakan kompromi Denmark, perlawanan Prancis dan pembalasan berikutnya semuanya melukiskan gambaran yang jelas tentang meningkatnya ketegangan di Eropa.

Tekanan AS terhadap Eropa bukan berasal dari ancaman militer, tetapi dari sanksi ekonomi dan perpecahan politik. Pemerintahan Trump tampaknya telah mengadopsi strategi yang jelas: secara bertahap membongkar persatuan Eropa melalui sanksi perdagangan, perlakuan berbeda dan ancaman langsung, memaksa masing-masing negara untuk membuat pilihan yang menguntungkan Amerika Serikat. Negara mana di Eropa yang dapat menahan tekanan ini, jawabannya sepertinya tidak optimis saat ini.

Prospek dan Renungkan

Amerika Serikat mengubah pendekatannya terhadap urusan internasional, beralih dari kerangka kerja aliansi tradisional ke pelaksanaan kekuasaan yang lebih langsung. Perubahan ini menimbulkan tantangan mendasar bagi sekutu Eropa. Negara-negara Eropa yang pernah mengandalkan payung AS sekarang menemukan bahwa payung itu dapat disimpan kapan saja. Dalam situasi internasional baru ini, Eropa harus memikirkan kembali posisi strategisnya dan menilai peran masing-masing dalam tatanan internasional yang berubah ini.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)