Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Peramal Ekonomi Proyeksikan Perubahan Suku Bunga Federal Reserve Terbatas di 2026
Memasuki 2026, para peramal ekonomi dan analis Wall Street sepakat bahwa penunjukan ketua Federal Reserve baru oleh Presiden Donald Trump tidak akan mendorong penurunan suku bunga secara dramatis seperti yang diharapkan. Survei terkini menunjukkan bahwa ekspektasi pasar jauh lebih konservatif dibandingkan dengan ambisi kepemimpinan baru di gedung Putih, menciptakan kesenjangan signifikan antara target kebijakan dan realitas pasar.
Survei Pasar Menunjukkan Skeptisisme terhadap Target Presiden
Menurut CNBC, yang mengutip analisis BlockBeats, responden survei hanya mengantisipasi perubahan minimal pada suku bunga federal funds dalam dua tahun mendatang. Proyeksi peramal dan profesional finansial menunjukkan ekspektasi rata-rata dua kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026, menghasilkan total 50 basis poin untuk tahun ini. Data futures federal funds juga sejalan dengan kesimpulan ini, memastikan bahwa baik institusi keuangan maupun peramal independen tidak yakin kepemimpinan Fed baru akan menuruti permintaan presiden untuk penurunan yang lebih agresif.
Peramal memprediksi suku bunga federal funds akan tetap stabil di sekitar level 3% sepanjang 2026 dan dipertahankan hingga akhir 2027 tanpa pemotongan tambahan. Proyeksi ini mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa perubahan kepemimpinan di Federal Reserve tidak akan mengubah trajectory kebijakan moneter yang sudah ditetapkan.
Perbedaan Antara Target Trump dan Kenyataan Pasar
Presiden Trump telah secara terbuka menyuarakan keinginan agar suku bunga AS menjadi yang terendah di dunia dan mendesakagar Federal Reserve menurunkan suku bunga menjadi 1%. Namun, peramal ekonomi memandang target ini sebagai tidak realistis dalam jangka pendek, terutama mengingat tingkat inflasi yang masih berada di sekitar 2%. Permintaan ini secara matematis menyiratkan suku bunga riil negatif, suatu kondisi yang jarang diterima oleh pembuat kebijakan moneter karena dampak ekonomi jangka panjangnya.
Kesenjangan antara ambisi presiden dan konservatisme peramal mencerminkan dinamika kompleks dalam mengelola ekspektasi pasar dan stabilitas ekonomi yang lebih luas.