Logam mulia menarik perhatian yang meningkat dari investor di seluruh dunia karena ketidakpastian ekonomi yang terus membentuk pasar. Menurut analisis yang disorot oleh pengamat pasar, lembaga keuangan utama termasuk Citi Bank semakin optimis terhadap perak, memproyeksikan bahwa harga bisa melonjak hingga sekitar $150 per ons menjelang akhir tahun 2026. Pandangan ini menandakan kepercayaan yang diperbarui terhadap potensi kenaikan perak di tengah lingkungan makroekonomi yang kompleks saat ini.
Daya Tarik Aset Safe-Haven di Masa Tidak Pasti
Ketika kondisi ekonomi menjadi tidak stabil, investor secara tradisional beralih ke investasi defensif yang mempertahankan kekayaan. Logam mulia, terutama perak, sangat cocok dengan profil ini. Ramalan Citi mencerminkan pengakuan yang lebih luas di sektor keuangan bahwa permintaan terhadap aset safe-haven kemungkinan akan tetap tinggi sepanjang tahun 2026. Perpindahan dari aset yang lebih berisiko ini menciptakan angin sakal alami bagi komoditas seperti perak yang secara historis berkembang selama periode tekanan ekonomi yang meningkat.
Faktor Utama yang Mendorong Harga Perak Naik
Banyak kekuatan yang bersatu untuk mendukung kasus bullish bagi harga perak. Kekhawatiran inflasi tetap menjadi kekhawatiran yang terus-menerus bagi investor yang berusaha melindungi daya beli, sementara ketegangan geopolitik yang meningkat menambah lapisan ketidakpastian lain terhadap prospek global. Bersama-sama, tekanan ini biasanya memicu aliran investasi yang meningkat ke aset nyata. Dinamika penawaran dan permintaan juga penting—permintaan industri terhadap perak terus tumbuh seiring minat investasi, kombinasi yang bisa mendukung harga menuju target $150 sepanjang sisa tahun 2026.
Apa yang Harus Diperhatikan Investor ke Depan
Bagi mereka yang mempertimbangkan eksposur logam mulia, beberapa bulan ke depan akan memberikan sinyal penting tentang apakah harga perak dapat mempertahankan momentum kenaikannya. Peserta pasar secara dekat memantau data ekonomi yang muncul, kebijakan bank sentral, dan perkembangan geopolitik yang bisa mempercepat atau menghambat reli tersebut. Divergensi antara level perdagangan saat ini dan target harga akhir tahun Citi menunjukkan bahwa keuntungan yang berarti mungkin saja terjadi bagi investor yang bertindak strategis terhadap peluang perak dalam beberapa bulan mendatang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Harga Perak Bisa Menguat Lebih Tinggi di 2026? Intip Ramalan Bullish Citi Bank
Logam mulia menarik perhatian yang meningkat dari investor di seluruh dunia karena ketidakpastian ekonomi yang terus membentuk pasar. Menurut analisis yang disorot oleh pengamat pasar, lembaga keuangan utama termasuk Citi Bank semakin optimis terhadap perak, memproyeksikan bahwa harga bisa melonjak hingga sekitar $150 per ons menjelang akhir tahun 2026. Pandangan ini menandakan kepercayaan yang diperbarui terhadap potensi kenaikan perak di tengah lingkungan makroekonomi yang kompleks saat ini.
Daya Tarik Aset Safe-Haven di Masa Tidak Pasti
Ketika kondisi ekonomi menjadi tidak stabil, investor secara tradisional beralih ke investasi defensif yang mempertahankan kekayaan. Logam mulia, terutama perak, sangat cocok dengan profil ini. Ramalan Citi mencerminkan pengakuan yang lebih luas di sektor keuangan bahwa permintaan terhadap aset safe-haven kemungkinan akan tetap tinggi sepanjang tahun 2026. Perpindahan dari aset yang lebih berisiko ini menciptakan angin sakal alami bagi komoditas seperti perak yang secara historis berkembang selama periode tekanan ekonomi yang meningkat.
Faktor Utama yang Mendorong Harga Perak Naik
Banyak kekuatan yang bersatu untuk mendukung kasus bullish bagi harga perak. Kekhawatiran inflasi tetap menjadi kekhawatiran yang terus-menerus bagi investor yang berusaha melindungi daya beli, sementara ketegangan geopolitik yang meningkat menambah lapisan ketidakpastian lain terhadap prospek global. Bersama-sama, tekanan ini biasanya memicu aliran investasi yang meningkat ke aset nyata. Dinamika penawaran dan permintaan juga penting—permintaan industri terhadap perak terus tumbuh seiring minat investasi, kombinasi yang bisa mendukung harga menuju target $150 sepanjang sisa tahun 2026.
Apa yang Harus Diperhatikan Investor ke Depan
Bagi mereka yang mempertimbangkan eksposur logam mulia, beberapa bulan ke depan akan memberikan sinyal penting tentang apakah harga perak dapat mempertahankan momentum kenaikannya. Peserta pasar secara dekat memantau data ekonomi yang muncul, kebijakan bank sentral, dan perkembangan geopolitik yang bisa mempercepat atau menghambat reli tersebut. Divergensi antara level perdagangan saat ini dan target harga akhir tahun Citi menunjukkan bahwa keuntungan yang berarti mungkin saja terjadi bagi investor yang bertindak strategis terhadap peluang perak dalam beberapa bulan mendatang.