#美伊核谈判风波 Amerika Serikat Menteri Luar Negeri Marco Rubio secara terbuka menyatakan bahwa kesepakatan dengan rezim Iran saat ini "tidak pasti", dan menyebutnya tidak mewakili rakyat Iran. Citra satelit mengonfirmasi bahwa militer AS menempatkan setidaknya 12 jet tempur F-15E dan 9 pesawat A-10 di pangkalan udara Muwafaq Salti di Yordania. Negosiasi nuklir tetap dijadwalkan pada 6 Februari (Jumat) di Oman.
Sebelum pembicaraan, pihak AS secara sengaja menurunkan ekspektasi, menetapkan ambang batas tinggi untuk negosiasi atau mempersiapkan kemungkinan kegagalan, dan penempatan militer adalah tekanan maksimum terhadap Iran untuk meningkatkan posisi tawar dalam negosiasi dan mencegah konflik setelah pembicaraan gagal. Penindasan protes yang terus berlangsung di dalam Iran (berbagai laporan menyebutkan) melemahkan kepercayaan pihak AS untuk mencapai kesepakatan yang berkelanjutan dengannya. Dari sini dapat dilihat bahwa kemungkinan besar pembicaraan akan berakhir tanpa hasil atau hanya mencapai konsensus teknis yang rapuh. Ketegangan militer di Timur Tengah akan terus meningkat, risiko terjadinya gesekan lokal atau kesalahpahaman secara signifikan meningkat. Harga logam mulia mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap hal ini, dan pasar keuangan global pun tidak luput dari dampaknya!
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#美伊核谈判风波 Amerika Serikat Menteri Luar Negeri Marco Rubio secara terbuka menyatakan bahwa kesepakatan dengan rezim Iran saat ini "tidak pasti", dan menyebutnya tidak mewakili rakyat Iran. Citra satelit mengonfirmasi bahwa militer AS menempatkan setidaknya 12 jet tempur F-15E dan 9 pesawat A-10 di pangkalan udara Muwafaq Salti di Yordania. Negosiasi nuklir tetap dijadwalkan pada 6 Februari (Jumat) di Oman.
Sebelum pembicaraan, pihak AS secara sengaja menurunkan ekspektasi, menetapkan ambang batas tinggi untuk negosiasi atau mempersiapkan kemungkinan kegagalan, dan penempatan militer adalah tekanan maksimum terhadap Iran untuk meningkatkan posisi tawar dalam negosiasi dan mencegah konflik setelah pembicaraan gagal.
Penindasan protes yang terus berlangsung di dalam Iran (berbagai laporan menyebutkan) melemahkan kepercayaan pihak AS untuk mencapai kesepakatan yang berkelanjutan dengannya.
Dari sini dapat dilihat bahwa kemungkinan besar pembicaraan akan berakhir tanpa hasil atau hanya mencapai konsensus teknis yang rapuh. Ketegangan militer di Timur Tengah akan terus meningkat, risiko terjadinya gesekan lokal atau kesalahpahaman secara signifikan meningkat. Harga logam mulia mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap hal ini, dan pasar keuangan global pun tidak luput dari dampaknya!