Kompleks gandum mengalami kekuatan yang cukup signifikan minggu ini, dengan kontrak berjangka di berbagai bursa utama mencatat kenaikan yang solid. Pergerakan ini mencerminkan kombinasi faktor teknis dan dinamika pasar yang dipantau secara ketat oleh para trader menjelang akhir pekan. Respons pasar komoditas yang lebih luas terhadap dolar yang lebih lemah telah memberikan dorongan yang berarti bagi harga gandum, menciptakan lingkungan di mana produsen dan trader gandum sedang meninjau kembali posisi mereka.
Kemajuan Signifikan di Seluruh Kontrak Berjangka Gandum
Gandum SRW Chicago muncul sebagai salah satu yang paling kuat, dengan kontrak Maret dan Mei menunjukkan kenaikan dua digit sen. Secara khusus, kontrak gandum CBOT Maret diperdagangkan mendekati $5.37, dengan kenaikan mendekati 14 sen, sementara kontrak Mei mendapatkan momentum serupa sekitar $5.45. Kontrak KC HRW menunjukkan kenaikan yang solid tetapi sedikit lebih moderat, dengan kontrak Maret naik sekitar 11 sen dan kontrak Mei mendekati kenaikan 12 sen. Gandum musim semi Minneapolis menunjukkan pergerakan yang lebih lembut tetapi tetap positif, dengan kedua bulan kontrak menunjukkan apresiasi di pertengahan angka tunggal.
Kelemahan Mata Uang Menguatkan Harga Komoditas
Faktor utama dari kekuatan dinamika harga gandum minggu ini adalah penurunan indeks dolar. Ketika mata uang AS melemah terhadap mata uang utama lainnya, komoditas yang dihargai dalam dolar biasanya menjadi lebih menarik bagi pembeli internasional, karena secara efektif menjadi lebih murah secara global. Hubungan ini telah memberikan dukungan yang berarti bagi kompleks gandum, membantu mengimbangi hambatan dari kekhawatiran pasokan yang bersaing atau kondisi tanaman domestik.
Permintaan Ekspor Diperkirakan Mempengaruhi Arah Jangka Pendek
Para trader beralih perhatian ke rilis Data Penjualan Ekspor Kamis pagi, yang akan memberikan wawasan tentang volume pemesanan gandum baru untuk minggu yang berakhir pada 22 Januari. Peserta pasar memperkirakan penjualan ekspor gandum bisa berkisar antara 275.000 dan 600.000 metrik ton, sebuah rentang yang luas yang mencerminkan ketidakpastian yang sedang berlangsung tentang kekuatan permintaan internasional. Angka-angka ini akan memberikan informasi penting tentang bagaimana pelanggan internasional merespons tingkat harga gandum saat ini dan apakah kekuatan baru-baru ini diterjemahkan ke dalam bisnis ekspor yang nyata.
Gabungan kekuatan teknis, pergerakan mata uang yang menguntungkan, dan indikator permintaan yang akan datang menunjukkan bahwa pasar gandum kemungkinan akan tetap aktif saat trader memposisikan diri untuk minggu mendatang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kurs Gandum Naik Saat Dolar Mengendur dalam Aktivitas Perdagangan Terbaru
Kompleks gandum mengalami kekuatan yang cukup signifikan minggu ini, dengan kontrak berjangka di berbagai bursa utama mencatat kenaikan yang solid. Pergerakan ini mencerminkan kombinasi faktor teknis dan dinamika pasar yang dipantau secara ketat oleh para trader menjelang akhir pekan. Respons pasar komoditas yang lebih luas terhadap dolar yang lebih lemah telah memberikan dorongan yang berarti bagi harga gandum, menciptakan lingkungan di mana produsen dan trader gandum sedang meninjau kembali posisi mereka.
Kemajuan Signifikan di Seluruh Kontrak Berjangka Gandum
Gandum SRW Chicago muncul sebagai salah satu yang paling kuat, dengan kontrak Maret dan Mei menunjukkan kenaikan dua digit sen. Secara khusus, kontrak gandum CBOT Maret diperdagangkan mendekati $5.37, dengan kenaikan mendekati 14 sen, sementara kontrak Mei mendapatkan momentum serupa sekitar $5.45. Kontrak KC HRW menunjukkan kenaikan yang solid tetapi sedikit lebih moderat, dengan kontrak Maret naik sekitar 11 sen dan kontrak Mei mendekati kenaikan 12 sen. Gandum musim semi Minneapolis menunjukkan pergerakan yang lebih lembut tetapi tetap positif, dengan kedua bulan kontrak menunjukkan apresiasi di pertengahan angka tunggal.
Kelemahan Mata Uang Menguatkan Harga Komoditas
Faktor utama dari kekuatan dinamika harga gandum minggu ini adalah penurunan indeks dolar. Ketika mata uang AS melemah terhadap mata uang utama lainnya, komoditas yang dihargai dalam dolar biasanya menjadi lebih menarik bagi pembeli internasional, karena secara efektif menjadi lebih murah secara global. Hubungan ini telah memberikan dukungan yang berarti bagi kompleks gandum, membantu mengimbangi hambatan dari kekhawatiran pasokan yang bersaing atau kondisi tanaman domestik.
Permintaan Ekspor Diperkirakan Mempengaruhi Arah Jangka Pendek
Para trader beralih perhatian ke rilis Data Penjualan Ekspor Kamis pagi, yang akan memberikan wawasan tentang volume pemesanan gandum baru untuk minggu yang berakhir pada 22 Januari. Peserta pasar memperkirakan penjualan ekspor gandum bisa berkisar antara 275.000 dan 600.000 metrik ton, sebuah rentang yang luas yang mencerminkan ketidakpastian yang sedang berlangsung tentang kekuatan permintaan internasional. Angka-angka ini akan memberikan informasi penting tentang bagaimana pelanggan internasional merespons tingkat harga gandum saat ini dan apakah kekuatan baru-baru ini diterjemahkan ke dalam bisnis ekspor yang nyata.
Gabungan kekuatan teknis, pergerakan mata uang yang menguntungkan, dan indikator permintaan yang akan datang menunjukkan bahwa pasar gandum kemungkinan akan tetap aktif saat trader memposisikan diri untuk minggu mendatang.