Pendapat Zhu Su tentang risiko penjualan di puncak pasar mengungkap dimensi psikologis yang sering terlupakan oleh trader. Menurut founder Three Arrows Capital ini, melepas posisi saat rally bukanlah jaminan keamanan finansial—malah sebaliknya, tindakan tersebut bisa memicu lebih banyak masalah daripada menjual saat pasar turun.
Zhu Su menjelaskan bahwa keberhasilan menutup posisi di level tertinggi menciptakan efek psikologis yang berbahaya. Kepercayaan diri yang melonjak setelah meraih keuntungan signifikan sering kali mendorong trader untuk membuat keputusan yang tidak terukur. Euforia ini bukan sekadar emosi positif—ia adalah perangkap mental yang mengubah logika bisnis menjadi gambling.
Euforia Keuntungan dan Jebakan Kepercayaan Diri Berlebihan
Setelah berhasil menjual di puncak pasar, banyak trader terjerat dalam illusi bahwa mereka telah menguasai formula sukses. Menurut laporan dari NS3.AI yang mengutip analisis Zhu Su, kondisi ini mendorong mereka untuk segera masuk kembali ke pasar tanpa perhitungan matang. Alih-alih melindungi profit, mereka malah menambah eksposur risiko dengan keputusan entry yang tergesa-gesa.
Kepercayaan diri berlebihan ini mengaburkan penilaian risiko trader. Mereka cenderung mengabaikan stop loss, memperbesar lot size, atau membuka posisi di instrumen yang tidak familiar. Hasilnya, keuntungan yang baru saja didapat tergerus dengan cepat, bahkan bisa menjadi kerugian besar.
Studi Kasus: Ketika Kemenangan Menjadi Benih Kekalahan
Zhu Su mengambil contoh Garrett, yang mencapai profit substansial dalam acara 10/10. Setelah sukses menjual di level tertinggi, Garrett terjebak dalam percaya diri tinggi yang salah arah. Bukan belajar dari keberuntungan atau merefleksikan strategi, namun malah melakukan transaksi yang jauh lebih agresif dan spekulatif.
Kasus ini menunjukkan pola umum dalam trading: kesuksesan sekali tidak otomatis menjamin kesuksesan berikutnya. Bahkan, kesuksesan awal sering menjadi benih kesalahan fatal karena menggeser perspektif trader dari prudent risk management menjadi overconfidence trading.
Pelajaran Berharga untuk Pemain Pasar
Pesan Zhu Su sangat relevan untuk trader modern: menjual di puncak adalah teknis, tetapi disiplin mental adalah seni. Keberhasilan menutup posisi menguntungkan harus diikuti dengan cooling-off period—jeda untuk menenangkan diri dan mengevaluasi, bukan langsung membuka posisi baru.
Trader perlu membangun sistem yang melindungi mereka dari kepercayaan diri berlebihan. Ini termasuk menetapkan profit target realistis, menerapkan position sizing yang ketat, dan paling penting, mengakui bahwa satu kemenangan tidak berarti mengerti semua hal tentang pasar. Dengan mendengarkan warning dari praktisi berpengalaman seperti Zhu Su, trader bisa menghindari perangkap psikologis yang telah menyerang ribuan pemain pasar sebelumnya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Analisis Zhu Su: Mengapa Menjual di Puncak Pasar Justru Lebih Berisiko
Pendapat Zhu Su tentang risiko penjualan di puncak pasar mengungkap dimensi psikologis yang sering terlupakan oleh trader. Menurut founder Three Arrows Capital ini, melepas posisi saat rally bukanlah jaminan keamanan finansial—malah sebaliknya, tindakan tersebut bisa memicu lebih banyak masalah daripada menjual saat pasar turun.
Zhu Su menjelaskan bahwa keberhasilan menutup posisi di level tertinggi menciptakan efek psikologis yang berbahaya. Kepercayaan diri yang melonjak setelah meraih keuntungan signifikan sering kali mendorong trader untuk membuat keputusan yang tidak terukur. Euforia ini bukan sekadar emosi positif—ia adalah perangkap mental yang mengubah logika bisnis menjadi gambling.
Euforia Keuntungan dan Jebakan Kepercayaan Diri Berlebihan
Setelah berhasil menjual di puncak pasar, banyak trader terjerat dalam illusi bahwa mereka telah menguasai formula sukses. Menurut laporan dari NS3.AI yang mengutip analisis Zhu Su, kondisi ini mendorong mereka untuk segera masuk kembali ke pasar tanpa perhitungan matang. Alih-alih melindungi profit, mereka malah menambah eksposur risiko dengan keputusan entry yang tergesa-gesa.
Kepercayaan diri berlebihan ini mengaburkan penilaian risiko trader. Mereka cenderung mengabaikan stop loss, memperbesar lot size, atau membuka posisi di instrumen yang tidak familiar. Hasilnya, keuntungan yang baru saja didapat tergerus dengan cepat, bahkan bisa menjadi kerugian besar.
Studi Kasus: Ketika Kemenangan Menjadi Benih Kekalahan
Zhu Su mengambil contoh Garrett, yang mencapai profit substansial dalam acara 10/10. Setelah sukses menjual di level tertinggi, Garrett terjebak dalam percaya diri tinggi yang salah arah. Bukan belajar dari keberuntungan atau merefleksikan strategi, namun malah melakukan transaksi yang jauh lebih agresif dan spekulatif.
Kasus ini menunjukkan pola umum dalam trading: kesuksesan sekali tidak otomatis menjamin kesuksesan berikutnya. Bahkan, kesuksesan awal sering menjadi benih kesalahan fatal karena menggeser perspektif trader dari prudent risk management menjadi overconfidence trading.
Pelajaran Berharga untuk Pemain Pasar
Pesan Zhu Su sangat relevan untuk trader modern: menjual di puncak adalah teknis, tetapi disiplin mental adalah seni. Keberhasilan menutup posisi menguntungkan harus diikuti dengan cooling-off period—jeda untuk menenangkan diri dan mengevaluasi, bukan langsung membuka posisi baru.
Trader perlu membangun sistem yang melindungi mereka dari kepercayaan diri berlebihan. Ini termasuk menetapkan profit target realistis, menerapkan position sizing yang ketat, dan paling penting, mengakui bahwa satu kemenangan tidak berarti mengerti semua hal tentang pasar. Dengan mendengarkan warning dari praktisi berpengalaman seperti Zhu Su, trader bisa menghindari perangkap psikologis yang telah menyerang ribuan pemain pasar sebelumnya.