Jika Anda ingin mencari instrumen investasi yang stabil, saham perbankan adalah pilihan pertama bagi banyak orang. Namun, "bagaimana cara membelinya" bukanlah sekadar membeli sembarangan, Anda perlu memahami karakteristik saham perbankan, belajar logika pemilihan saham, agar benar-benar mendapatkan manfaat dari investasi tersebut. Artikel ini akan membimbing Anda dari nol, memahami proses lengkap pemilihan, pengelompokan, dan penempatan saham perbankan.
Mengapa saham perbankan saat ini layak dipertimbangkan?
Memasuki tahun 2026, kondisi pasar mengalami perubahan yang jelas. Beberapa tahun terakhir, saham teknologi memimpin kenaikan dalam jangka panjang, dengan rasio harga terhadap laba (P/E) mencapai lebih dari 25 kali, sementara P/E saham perbankan sebagian besar masih berada di kisaran 10-15 kali, sehingga valuasinya relatif moderat.
Selain itu, tanda-tanda pelambatan ekonomi global semakin jelas, dan dana secara bertahap mengalir dari saham teknologi yang berada di posisi tinggi menuju saham nilai yang stabil dalam keuntungan dan mampu membagikan dividen secara konsisten. Daripada menaruh uang di deposito bank yang hanya mendapatkan 2%, lebih baik beralih ke instrumen keuangan seperti saham perbankan, yang biasanya memiliki tingkat dividen tahunan sekitar 5-7%, sekaligus tetap memiliki potensi kenaikan harga saham.
Selain itu, industri perbankan dan kondisi ekonomi dasar